• (021) 3169010
  • ppid@brin.go.id
Views ( 235 ) Oct 12, 2023

Universitas Teknologi Malaysia dengan BRIN Jajaki Kerja Sama di Bidang Riset dan Akademik


Bandung-Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI) tengah melakukan pembahasan terkait penjajakan kerja sama antara Universitas Teknologi Malaysia (UTM). Penjajakan yang terkait potensi kolaborasi di bidang riset dan akademik pascasarjana ini dilaksanakan pada Selasa (10/10) secara tatap muka di  Kantor BRIN KST Samaun Samadikun Bandung.

 

Azurah A. Samah mewakili tim sebanyak 6 orang dari UTM menyampaikan tujuan penjajakan kerja sama yang akan dilakukan bersama dengan BRIN.  Azurah menyampaikan ada beberapa jurusan di Fakultas Computing UTM yaitu Innovative Informatics Research Group, Penvasive Computing Research Group, Software Engineering Research Group, Information Assurance and Security Research Group, Applied Industrial Analytics, and ViCubeLab Artificial Intelligence and Bioinformatics Research Group. Pihak UTM berharap bisa ada kolaborasi dari pertemuan ini.

 

Kepala PRSDI, Esa Prakasa menyampaikan beberapa pusat riset yang ada di bawah OREI yang berada di Bandung yaitu Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI), Pusat Riset Elektronika (PRE), Pusat Riset Telekomunikasi (PRT), Pusat Riset Komputasi (PRK), Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC), dan Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber (PRKAKS).

 

“Program unggulan khususnya di PRSDI diantaranya research activities related to big data, research activities on text processing, research activities 3D visualization, dan sistem pengenalan wicara otomatis untuk pendiktean medis,” ucap Esa.

 

Esa juga memaparkan ada dua rumah program OREI, yaitu rumah program sistem otonom kendaraan listrik dan rumah program AI Big Data dan Teknologi Komputasi serta capaian kinerja OREI di tahun 2022.

 

Dijelaskan juga ada lima kelompok riset di PRSDI yaitu kelompok riset temu kembali informasi, rekayasa pengetahuan dan data, interaksi manusia-komputer dan visualisasi, pengolahan bahasa alami, dan pemerintahan digital. Di PRKAKS memiliki tiga kelompok riset yaitu kemolpok riset keamanan siber, computer vision & image processing dan machine learning. Sedangkan di PRK mempunyai tujuh kelompok riset yaitu kelompok riset bioinformatika, matematika komputasi dan terapan, kimia komputasional dan penemuan obat in-silico, fisika komputasional, komputasi berkinerja tinggi, komputasi untuk kekuatan struktur dan mandiri. Salah satu contoh program riset di PRKAKS yaitu pengujian reader KTP elektronik.

 

Kepala PRSDI juga menjelaskan beberapa skema untuk kerja sama yang bisa dilakukan BRIN dengan UTM.

 

“Skema kerjasama riset melalui kegiatan-kegiatan di Rumah Program (RP) OREI yang beririsan dengan kegiatan riset di UTM. Kegiatan-kegiatan di RP diharapkan bisa mempunyai kolaborasi eksternal baik dari dalam maupun luar negeri. Periset BRIN juga berpeluang untuk melanjutkan studi ke UTM (S2 maupun S3) dengan skema DBR (Degree by Research). Topik-topik riset yang ada di UTM juga relevan dengan kegiatan riset yang ada di OREI, khususnya di PRSDI, PRKAKS, dan PRK,” ungkap Esa.

 

Pihak UTM sangat tertarik untuk riset-riset yang sudah dipaparkan oleh Kepala Pusat dan yang mewakili. Dari riset-riset tersebut menurutnya ada beberapa hal yang bisa dikolaborasikan dan menjadi referensi sehingga perlu dilakukan pencataan penelitian apa saja yang bisa dilakukan ke depannya.

 

Joint research, joint publication, joint supervision, academic program dan knowledge transfer ini yang menjadi fokus utama kerja sama ini,” ungkap Siti Ainun dari UTM.

 

Esa berharap melalui pertemuan dengan UTM yaitu adanya realisasi kerjasama antara PR OREI klaster informatika dengan Fakultas Computing di UTM.

 

“Kerjasama dalam bentuk joint supervision yang selama ini sudah berjalan bisa diperluas. Adanya kesempatan secara bersama-sama dengan sivitas UTM untuk mengajukan pendanaan eksternal/internasional. Adanya kerjasama dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Topik-topik yang potensial dikerjasamakan dengan OREI antara lain big data analytic, virtual interaction, machine learning, cyber security, blockchain, bioinformatic, gnome analysis, dan industrial analytics,” pungkasnya.

 

Tindak lanjut dari pertemuan awal ini, Kepala PRSDI akan menyampaikan hasil pertemuan ke Kelompok Riset yang ada di PR-PR OREI, memulai kerjasama dengan mengikutsertakan periset di UTM sebagai kolaborator. Selain itu juga mengundang periset UTM sebagai narasumber di kegiatan konferensi maupun webinar dan mencari periset-periset BRIN yang bersedia melanjutkan studi melalui skema DBR serta mengundang mahasiswa UTM untuk melakukan pemagangan di BRIN. (cw)