
BRIN Terima Kunjungan Mahasiswa FKUI
Cibinong-Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kawasan Sains dan Teknologi
(KST) Soekarno Cibinong, menerima kunjungan ilmiah sebanyak
25 mahasiswa dan dosen Program Magister Ilmu Biomedik (PMIB), Fakultas
Kedokteran, Universitas indonesia (FKUI), pada Selasa (3/9).
Rombongan di terima di gedung Genomik, kemudian
dipandu oleh Bening Farawan, Anrey Simanjuntak dan Yustinus selaku pengelola
laboratorium, keliling melihat fasilitas riset yang ada di lab genomik, lab cryo-electron
microscopy (cryo-EM) dan lab sequensing, yang ada di lantai 1 sampai lantai 4.
Dalam Kunjungan tersebut, mahasiswa dan dosen FKUI
sangat antusias dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan mengenai fasilitas
yang ada dari masing-masing lab yang dikunjungi.
Ketua Program Studi S2 Biomedik FKUI, Prof. dr. Wawaimuli Arozal, M.
Biomed, Pharm.D menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan bisa
berkunjung melihat fasilitas riset yang ada di BRIN. Ia mengatakan dengan adanya kunjungan ini ingin
memperkenalkan kepada mahasiswa bahwa salah satu potensi untuk bekerja adalah
menjadi peneliti. “Sehingga tujuan kami ke BRIN adalah untuk melakukan
sosialisasi agar lulusan kami juga dapat bekerja disini,” terang Wawaimuli.
Ia juga menyampaikan kemungkinan adanya kolaborasi
antara program magister biomedik dengan BRIN. “Kami melihat fasilitas yang ada
di BRIN sangat baik dan kami sangat menginginkan peserta didik kami dapat
menggunakan fasilitas yang ada di BRIN. Karena kami juga bekerja dengan
berbagai sampel biologis, seperti dari jaringan, darah, baik manusia maupun
hewan,
“Hal itu tentunya akan menghasilkan
publikasi-publikasi yang high impact, sehingga kami berharap bisa melakukan
kolaborasi riset dengan BRIN,” ucap Wawaimuli.
Wawaimuli berharap selain kolaborasi riset dengan
BRIN, kita juga bisa mengundang
peneliti-peneliti dari BRIN melakukan penelitian di FKUI karena kami merupakan
program magister dan ada program doktor. “Kita punya kelas riset dan ada kelas
fast track yang bisa menyelesaikan program magister dan doktor hanya dalam
waktu empat tahun dan bisa kita tawarkan kepada peneliti-peneliti BRIN,”
tuturnya.
Sementara itu, Mahasiswa PMIB-FKUI, Dzulfiqar Isnain Akbar, mengatakan
banyak ilmu yang didapatkan pada kunjungan di BRIN, banyak hal yang diperoleh
setelah melihat langsung ke laboratorium genomik, cryo-EM dan sequensing, “Kami
jadi banyak memperoleh ilmu dan pengetahuan yang sangat berkaitan dengan ilmu
biomedik, semoga kedepannya kami dapat turut serta berkolaborasi dalam
riset-riset di BRIN,” pungkas Dzulfiqar. (wt,thp)