• (021) 3169010
  • ppid@brin.go.id
Views ( 306 ) Apr 2, 2024

Bentuk Periset Muda, BRIN Bimbing Mahasiswa Riset Preferensi Produksi Bayam Hijau


Pontianak – Humas BRIN.  Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kawasan Kerja Bersama (KKB) Pontianak, membimbing mahasiswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) dalam penelitian di Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Panca Bhakti Pontianak. Penelitian yang dikerjakan bersama para mahasiswa ini berfokus pada tinjauan preferensi produksi bayam hijau (Amaranthus tricolor) di Pontianak Utara Kalimantan Barat, Senin (01/03).


Penelitian yang dibimbing oleh Dwi P. Widiastuti, S.P., M.Sc., Ph.D, dari Pusat Riset Tanaman Pangan ini berfokus pada preferensi produksi bayam hijau. Bayam hijau merupakan salah satu tanaman sayuran yang populer di Indonesia, khususnya di daerah Kalimantan Barat. Namun, belum banyak penelitian yang secara mendalam mengeksplorasi preferensi produksi bayam hijau di wilayah tertentu.


Dwi mengatakan bahwa lokasi penelitian ini dilakukan di Kebun Kuat Sihir Jalan Dharma Putra Dalam, Kecamatan Pontianak Utara. Lokasi ini dipilih karena merupakan salah satu sentra produksi tanaman hortikultura di Kawasan Kota Pontianak, dimana banyak petani yang mengandalkan komoditas tanaman sayuran dan tanaman hortikultura lainnya sebagai sumber penghasilan utama, ujarnya.


Selain itu kondisi lahan yang ditanami sayuran ini tergolong lahan gambut (Histosols) yang memiliki pH masam dengan tingkat kesuburan lahan relatif rendah. Lahan gambut cukup potensial untuk pengembangan tanaman hortikultura (sayur-sayuran dan buah-buahan), karena kandungan bahan organik dan kadar airnya relatif tinggi, namun masih harus ditambahkan pupuk anorganik N, P, dan K.


“Dengan tingginya harga pupuk anorganik non subsidi, petani biasanya menggunakan pupuk kandang kotoran ayam atau kotoran sapi sebagai substitusi pupuk anorganik tersebut. Pemahaman terkait preferensi budidaya tanaman bayam hijau di kawasan ini dan produksi yang dihasilkannya, diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna bagi petani dalam meningkatkan produksinya serta dapat memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat,” ungkap Dwi.


Menurut Dwi, penelitian ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para petani tetapi juga bagi industri agribisnis secara keseluruhan. "Dengan memahami preferensi produksi bayam hijau secara lebih mendalam, kita dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia dan meningkatkan efisiensi produksi," pungkasnya.


Mike Porwanto, mahasiswa yang terlibat dalam PKL ini juga mengaku senang dapat berpartisipasi dalam penelitian yang relevan dengan bidang studi mereka. Mereka merasa bahwa melalui penelitian ini, mereka dapat belajar banyak hal baru tentang praktik pertanian yang sesungguhnya serta tantangan yang dihadapi oleh para petani di lapangan.


"Penelitian ini memberikan kami kesempatan untuk terjun langsung ke lapangan dan melihat realitas di dunia pertanian. Hal ini sangat berharga bagi kami yang ingin mengaplikasikan ilmu yang telah kami pelajari di bangku kuliah ke dunia nyata," ujar Mike.


Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan sektor pertanian khususnya komoditas tanaman sayuran di kawasan Pontianak Utara, Kalimantan Barat. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang preferensi produksi bayam hijau, diharapkan dapat menciptakan peluang baru untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta memenuhi kebutuhan akan pasokan sayuran yang sehat dan berkualitas bagi masyarakat. (msr)