• (021) 3169010
  • ppid@brin.go.id
Views ( 39 ) Feb 25, 2025

Memahami Iklim Dinamis di Indonesia


Bandung - Humas BRIN. Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Noersomadi mengatakan, Iklim di Indonesia terlihat dinamis. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya penyimpangan (anomali) iklim seperti El Nino dan La Nina yang terjadi dengan periode tiga hingga lima tahunan.

“Saat ini, awal 2025, iklim di Indonesia sedang dipengaruhi oleh kondisi La Nina. Intensitas curah hujan mungkin masih tinggi hingga Maret 2025,” kata Noersomadi, kepada siswa SMP Islam Terpadu Anni’mah di Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun, Bandung, Kamis (20/2).

Noersomadi menjelaskan, unsur utama iklim dan cuaca meliputi temperatur, kelembapan, tekanan udara, angin, curah hujan, dan radiasi matahari. “Cuaca adalah kondisi udara di atmosfer, sedangkan iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam jangka waktu tertentu,” jelasnya.

Lebih lanjut Noersomadi menjelaskan dua musim yaitu musim kemarau (musim kering) dan musim hujan (musim basah) yang ada di wilayah Indonesia. Dia juga menyampaikan tentang siklus antar musim (intra season), yaitu gangguan atmosfer dengan periode antara 30 hingga 90 hari. Siklus ini berpotensi meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia.

Contoh siklus antar musim menurut Madden dan Paul Julian pada 1971-1972 mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai siklus 40-50 harian yang terekam pada stasiun pengamatan sepanjang Samudera Hindia, Kepulauan Maritim, hingga Samudera Pasifik.

MJO merupakan fenomena perambatan sekumpulan awan hujan yang bergerak dari Samudera Hindia melewati Indonesia menuju Samudera Pasifik (perambatan dari barat ke timur).

Penelitian yang dilakukannya di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer yaitu memanfaatkan hasil pengamatan satelit untuk pemantauan cuaca dan iklim, terutama distribusi kandungan uap air di atmosfer yang berkaitan dengan curah hujan. 

“Saya berharap para siswa dapat mengenal proses penelitian yang berdasarkan pada pengetahuan dan keterampilan IT, secara khusus di bidang sains atmosfer terkait pemanfaatan data satelit,” tutur Noersomadi.

Ketua Kelas Cerdas STEM SMP IT Anni’mah, Kusminawati, mengucapkan terima kasih dan berharap kunjungan ini meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya sains dan potensi menjadi peneliti.

Siswa SMP IT sangat antusias dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar iklim, cuaca, dan pemanasan global yang terjadi, serta bagaimana pengalaman dan cara untuk bisa menjadi peneliti di BRIN. (cw/ed:kg, tnt)